![]() |
| Bogor, Puluhan Warga Keracunan Makan Keong Sawah |
Berita Terkini, Bogor - Sebanyak 54 orang telah keracunan usai mereka makan olahan tutut atau keong sawah di saat mereka mau buka puasa di Bogor, Sabtu kemarin, mereka pun telah di rawat di sejumlah rumah sakit hingga saat ini.
Dinas Kesehatan Kota Bogor mencatat, dari 54 orang yang sudah keracunan tersebut, 15 di RSUD Kota Bogor, 1 di RS Mulia, 3 orang di RS Azra, 10 dirawat di Puskesmas Tanah Sareal, dan 25 orang dirawat di Puskesmas Bogor Utara. Korban sebagian besar adalah ibu-ibu dan anak-anak.
"Sisa nya 9 orang telah di pulangkan, tetapi mereka harus jaga kesehatan dan harus rawat jalan juga, kata Kepala Dinas Kesehatan, yang bernama Agen Poker Rubaeah.
Dinas Kesehatan pun telah mengatakan bahwa puluhan warga yang ada di Kampung Sawah, Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara ini pun telah di ketahui bahwa mereka keracunan setelah mereka telah mengalami gejala demam tinggi, diare, mual, muntah, dan pusing setelah mereka menyantap tutut usai buka puasa.
"Mereka pun telah makan tutut ada yang hari rabu dan ada juga hari Kamis malamnya. Tetapi mereka mulai berobat pada hari Sabtu pagi nya dan terus mereka telah berdatangan ke pukesmas hingga sabtu malam kemarin.
Mengingat puluhan orang yang telah datang ke Bandar Online, pihak Pukesmas akhirnya pun telah merujuk mereka ke beberapa rumah sakit di Kota Bogor.
Hingga saat ini, ia pun belum mengetahui apakah penyebab keracunan itu yang berasal dari bumbu olahan makanan atau keong sawah tersebut.
Tetapi petugas pukesmas pun telah sudah mengambil sampel nya untuk di uji di laboratorium guna mengetahui penyebab warga yang sudah mengalami gejala seperti keracunan, "Hasilnya pun baru kami tahu empat hari kemudian.
Penjual Akan di Periksa Polisi
Polresta Bogor Kota AKP yang bernama Yuni Astuti telah mengatakan bahwa, petugas kepolisian pun akan mau periksa dua orang yaitu Juju, penjual tutu serta Diah yang sudah memasak dan menitipkan olahan tutut kepada Juju.
"Keduanya nya pun sedang kami minta keterangan penyidik yang telah terkait dugaan warga alami keracunan.
Dinas Kesehatan dan petugas kepolisian pun sudah mengambil sampel nya yang berupa cangkang tutut dan kuah bumbu tutut tersebut.
Menurutnya, petugas kepolisian pun telah mengambil tindakan sesuai dengan hukum apabila kepolisian akan menemukan bahwa kejadian itu sebagai tindak kriminal.
Selama bulan Ramadan, Juju biasanya berjualan takjil dan tutut di kampung tersebut. Warung dadakan milik Juju kerapa sangat ramai pembeli terutana kalangan ibu rumah tangga dan anak-anak.
"Sehari ia pun bisa menjuala olahan tutuu sebanyak 85 bungkus seharga 2 ribu per bungkus, kata Yuni.

EmoticonEmoticon