Selasa, 29 Mei 2018

45 Rumah Hangus Terbakar, Warga Bidara Cina Tidak Tahu Tinggal Dimana


45 Rumah Hangus Terbakar, Warga Bidara Cina Tidak Tahu Tinggal Dimana
45 Rumah Hangus Terbakar, Warga Bidara Cina Tidak Tahu Tinggal Dimana

Berita Terkini
, Jakarta Timur - Sebanyak 45 rumah di Jalan Sensus, Kelurahan Bidara Cina, Jakarta Timur, yang telah hangus di lalap api, pada hari Senin 28 Mei 2018. Untuk sekarang rumah yang sudah hangus itu tidak layak lagi untuk di tinggal.

Warga pun telah kebingungan tidak tahu mau tinggal mana lagi. Posko pengungsian yang kini mereka tempati para pengungsi hanya berlangsung sekitar sepekan. "Mereka pun sedang pikirkan juga dan rumah mereka pun sudah tidak bisa di tempati lagi.

Mereka sekarang pun telah kebingungan, tidak selamanya kan kami tinggal di posko. Akhir posko itu hari Jumat. Sedangkan warga lagi trauma-traumanya. Mau tinggal di mana kita. kata Bandar Online Ketua RW 014 yang bernama Endang Susanto, pada hari Selasa 29 mei 2018.

Endang yang telah menyebutkan bahwa ada 45 rumah yang hangus terbakar. Korban yang kebakaran sebanyak 73 kepala keluarga (KK) dan 220 jiwa. Kini sekarang mereka tinggal di tenda pengungsian di dekat kali Ciliwung.

Untuk saat ini bantuan berupa sembako dan bahan makanan terus mengalir ke lokasi pengungsian. Endang pun sangat berterima kasih atas bantuan dan kepedulian masyarakat maupun pemerintah terhadap korban kebakaran.

"Alhamdulillah kita semuanya pada peduli, yang di karenakan kita memang harus saling ikat mengikat untuk membangun ke depan nya. Agen Poker


Butuh Bantuan Material

45 Rumah Hangus Terbakar, Warga Bidara Cina Tidak Tahu Tinggal Dimana
45 Rumah Hangus Terbakar, Warga Bidara Cina Tidak Tahu Tinggal Dimana

Saat ini pada korban yang sangat di perlukan adalah bantuan material bangunan untuk memperbaiki rumah mereka dan bisa di tempati kembali lagi.

"Jadi saya pun berharap supaya donatur-donatur kalau memang berniat untuk sumbang kepada kami, kami terima saja. Yang kami mengharapkan bantuan itu yang berupa bahan bangunan dan bahan baku. Jadi mereka ada penutup untuk bisa tidur lagi, kata Endang.

Warga pun berharap supaya bisa tinggal dan bisa membangunan rumah mereka di lokasi rumah mereka yang sudah terbabar. Alasan, mereka yang di karenakan mereka pun sudah puluhan tahun tinggal di lingkungan tersebut.

Jika ada kebijakan pemerintah merelokasi warga ketempat lain, Dia yang telah mengatakan tetap menghargai. Hanya saja ia juga berharap pemerintah memahami keinginan warga.

"Kalau kita sebenarnya enggak mau menghambat program pemerintah. Intinya kita tidak mau. Tetapi kita di sini tinggal bukan baru setahun dua tahun. Kita sudah turun temurun. Saya sendiri sampai sudah punya cucu. Ibu saya tinggal dan lahir di sini," kata warga.


EmoticonEmoticon