Selasa, 13 Maret 2018

Polda Jatim Menangkap 3 Hackers di Surabaya Dibantu FBI


Polda Jatim Menangkap 3 Hackers di Surabaya Dibantu FBI
Polda Jatim Menangkap 3 Hackers di Surabaya Dibantu FBI

Berita Terkini, Surabaya - Polda dari Jatim, Kombes yang bernama Frans Barung Mangera, yang telah membenarkan bahwa adanya penangkapan dua warga Surabaya dua hari yang lalu. Dua pemuda ini yang berasal dari Surabaya telah di tangkap Biro Investigasi Deferal (FBI) Amerika Serikat dan Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya.

"Kami hanya sebatas memberitahukan saja, kata Kabid Humas Polda Jatim, di Surabaya, pada hari Senin 12 March 2018.

Dari data yang telah di himpun dari berbagai sumber, kedua warga Surabaya tersebut diduga adalah Hacker yang meretas. Ratusan sistem elektronik di dalam maupun di luar negeri.

Kedua pelaku masing-masing KPS, mereka adalah warga dari kecamatan Sawahan, dan NA, warga Kecamatan Gubeng, itu telah di tangkap kediamannya pada hari Minggu 11 March. Bandar Sakong

Polisi telah menyebut, NA dan KPS masing-masing yang meretas lebih dari 600 website dan sistem data elektronik di dalam atau di luar negeri.

Dari kedua nya, sudah kami amankan dan sejumlah barang bukti mereka yang seperti Modem, laptop, dan gadget. Frans yang telah mengaku bahwa mereka tak bisa menjelaskan detil yang di karenakan pihak hanya sebatas di beritahu bahwa ada nya penangkapan di Surabaya oleh Tim Cyber Crime Polda Metro Jaya dan FBI.


Bobol Sitem 45 Negara

3 Mahasiswa dari Surabaya pelaku pembobolan 600 website dalam dan luar negeri ternyata telah meretas sistem di 44 negara. Para hacker yang menjadi bagian dari Komunitas Surabaya Black Hat (SBH) itu melancarkan aksinya dengan menggunakan metode SQL Injection untuk merusak database.

"Total ada 45 Negara dan tak menutup akan bertambah. Kejadia ini sedang kami selidiki, Kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu di Mapolda Metro Jaya, Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono yang telah  mengatakan bahwa pihaknya sudah mengungkap kasus ini setelah mereka telah menerima informasi dari pusat pelaporan kejahatan di New York, Amerika Serikat bahwa terdata puluhan sistem berbagai negara rusak.

Setelah ditelusuri, ternyata 3 pelaku ini mereka telah menggunakan ip Address yang berada di Indonesia, tepat nya di Surabaya.

"Kita kerja sama dan mendapatkan informasi itu. Kita sudah analisa sampai dua bulan yang berdasarkan informasi dari FBI itu, kata Argo.


EmoticonEmoticon