![]() |
| Sejarah Jalan Mampang Dan Misteri Sosok Pangeran Wiraguna |
Berita Terkini, Jakarta Selatan - Bergulirnya rencana perubahan nama Jalan Mampang Raya dan Buncit Raya akan di ganti menjadi AH Nasution, menuai polemik. Perkumpulan Masyarakat Betawi yang diinisiasi Betawi telah tolak rencana itu. Alasannya, nama jalan itu akan bisa menghilangkan nilai sejarah dan kebudayaan masyarakat Betawi.
Lepas dari polemik itu, rencana perubahan nama tersebut akan membuat sebagian warga telah menengok kembali asal-muasal dan sejarah nama Mampang dan Buncit Raya.
Jalan Mampang dan Buncit Raya berada di Jakarta Selatan. Jalan ini yang merupakan salah satu jalan protokol, juga termasuk jalan yang terpanjang di Ibu kota.
Zaman Megawati Soekarnoputri jadi presiden, 2001-2004, dulu mantan Presiden Megawati juga sering melewati jalan Mampang sepulang dari Istana Kepresidenan yang telah menuju rumah pribadinya di Kebagusan, Jakarta Selatan.
Iring-iringan kendaran Megawati pun telah terlihat kerap melintasi Jalan Mampang, tembus dari Kebun Binatang Ragunan, dan keluar di Pintu Timur Kebagusan.
Nama Mampung tersebut sudah lama juga tersemat. Walaupun belum ada sumber pastinya, Namun disebutkan, nama Mampang sudah ada sejak Zaman Hindia Belanda.
Penulis buku Asal Usul Nama Tempat di Jakarta, Rachmat Ruchiat, kepada Detik.Com yang telah menyebutkan, Nama jalan Mampang yang berasal dari nama Kali, Kali mampang. Kali ini berhulu di Kebun Binatang Ragunan dan bermuara di Kali Krukut, di Kompleks Satria Mandala, Jakarta Selatan.
Tercatat pada 2 Desember 1695, kawasan dari hulu sampai muara Mampang merupakan milik Hendrik Lucaasz Cardeel alias Pangeran Wiraguna," kata Rachmat, pada hari Kamis 1 Febuari 2018.
Ada juga yang berpendapat, bahwa Jalan Mampang tersebut yang merupakan nama pohon yang dulu nya banyak tumbuh di kawasan itu.
Lengkapnya Jalu Mampang. Latinnya Monstera Pertusa Auct, kata peneliti Kebudayaan Betawi, Yahya Andi Saputra.

EmoticonEmoticon